Menurut Imam Ghozali (2009) Koefisien Determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan sebuah model dalam menerangkan variasi variabel Dependen.
Nilai Koefisien Determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berarti variasi variabel Dependen yang sangat terbatas. dan nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel-variabel independen sudah dapat memberi semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel Dependen.
Secara umum koefisien determinasi untuk data silang (Crossection) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtut waktu (Time Series) biasanya mempunyai data koefisien determinasi yang lebih tinggi.






