20/08/2015

Perilaku Konsumen (Law of Diminishing Margin Utility)


Setiap perusahaan tentu menginginkan  agar produk yang dijajakan laris dibeli konsumen, untuk itu setiap perlu adanya perusahaan mengerti keinginan kosumennya tersebut. dalam artian lain mengerti prilaku konsumen.

Menurut M Suparmoko (2011) guna menerangkan reaksi konsumen terhadap variabel penentu atau pengeluaran konsumen di antar berbagai macam pemenuhan kebutuhan, pendekatan yang paling banyak dibahas salah satunya adalah

Pendekatan Guna Batas Klasik

Menurut M Suparmoko (2011) pada pendekatan ini seorang konsumen dianggap mengkonsumsi kombinasi produk untuk mendapatkan kepuasan maksimal dan tambahan kepuasan yang diperoleh dari tambahan konsumsi suatu barang secara terus menerus akan semakin berkurang, hal ini dikenal dengan Hukum Penurnan Tambah Guna atau (Law of Diminishing Marginal Utility). hal ini dapat digambarkan pada kurva kepuasan sebagai berikut:


Pada gambar diatas terdapat dua kurva, (a) dan (b). Kurva (a) menggambarkan total kepuasan konsumen terhadap konsumsi barang, dimana setiap jumlah barang yang dikonsumsi bertambah, maka kepuasan atau kenikmatan konsumsi produk itu juga semakin berkurang. dan pada kurva (b) ditunjukan tingkat tambah guna atau tambah kepuasan terhdapat jumlah barang yang dikonsumsi, pada kurva (b) menunjukan reaksi yang sama dengan kurva a dimana nilai tambah kepuasan semakin berkurang seiring dengan penambahan jumlah konsumsi barang.

Pada Hukum Ini diasumsikan bahwa konsumen mengkonsumsi produk yang sama secara terus-menerus dan kepuasannya akan bertambah sampai pada titik maksimal, dan pada saat mencapai titik maksimal tingkat kepuasan akan berkurang bahkan mungkin menjadi negatif.

Sumber:

Suparmoko, M. 2011. "Teori Ekonomi Mikro - Edisi 1".BPFE - Yogyakarta: Yogyakarta

No comments:

Post a comment